Sepucuk Kisah Bripda Taufik yang Tinggal di Kandang Sapi

3494 views

Sepucuk Kisah Bripda Taufik yang Tinggal di Kandang Sapi. M Taufik Hidayat dialah pemuda bersemangat tinggi yang saat ini menjadi anggota kepolisian di Direktorat Sabhara Polda DIY. Sejak kecil, Bripda Taufik selalu berusaha mewujudkan cita-citanya menjadi Polisi dan pada akhir Desember 2014 lalu, Taufik lulus dari tes Calon Anggota Polisi dan mengikuti pendidikan di Sekolah Polisi Negara Selopamioro, Imogiri, Bantul.

Sepucuk Kisah Bripda Taufik yang Tinggal di Kandang Sapi

Sepucuk Kisah Bripda Taufik yang Tinggal di Kandang Sapi

Kemudian setelah Taufik lulus dengan pangkat Bripda, ia menjalani karier pertamanya di Direktorat Sabhara Polda DIY. Karena keterbatasan akan dana, setiap hari dia berangkat dinas harus berjalan kaki sekitar 7 kilometer dari rumahnya menuju Mapolda DIY.

"Bangun subuh, salat, lalu jalan kaki ke Mapolda DIY. Kadang kalau pas ketemu teman ya bonceng," tuturnya.

Walaupun sudah bangun subuh, terkadang dirinya terlambat untuk masuk dinas. Karena keterlambatan itulah yang membuat atasan curiga. Kemudian atasan Bripda Taufik lantas meminjamkan motor pribadinya. "Sekarang saya dipinjami motor Pak Wadir Sabhara," ucapnya.

Brigadir Dua Muhammad Taufik Hidayat, anggota Sabhara Polda DIY ternyata tinggal di bekas kandang sapi berukuran  2,5 X 5 meter yang disewa keluarganya Rp170 ribu per tahun. Taufik mengaku tinggal dibekas kandang sapi karena rumahnya yang dulu telah dijual oleh ibunya. Nasib malang menimpa sang bripda, kedua orang tua bercerai dan rumah satu-satunya dijual oleh ibunya.

Alhasil, Bripda Taufik serta ayah dan adik-adiknya harus pindah rumah. Dirumah bekas kandang sapi tersebut beliau mengaku tinggal bersama ayah dan adiknya. Bau kotoran sapi sudah terbiasa dirasa, karena sekitar rumah tersebut adalah kandang sapi yang dikelola kelompok masyarakat setempat.

Sepucuk Kisah Bripda Taufik yang Tinggal di Kandang Sapi

inilah rumah bripda taufik

Di dalam rumah tersebut hanya ada dua kasur tempat tidur yang kondisinya berlubang. Kasur dengan kodisi itu dipakai oleh lima orang, yakni tiga adiknya, ayah, dan dirinya. Bahkan, ketika Bripda Taufik tidur di rumah, Triyanto mengalah untuk tidur di mobil pikap beralaskan tikar dan beratap langit.

"Saya senang kalau piket dan tidak pulang. Soalnya kasihan bapak kalau tidur di luar. Bapak sering mengalah tidur di bak mobil," kata Taufik.

Taufik berencana menggunakan gaji pertamanya untuk mengontrak rumah yang lebih layak karena prihatin dengan keadaan ayah dan adik-adiknya yang masih kecil.

"Nanti kalau gajian pertama, saya ingin gunakan untuk mengontrak rumah. Kasihan bapak dan adik-adik kalau tetap tinggal di sana," tuturnya.

Kegigihan polisi yang satu ini sangat perlu diajungi jempol. Sebagai prajurit sejati, dia tidak pernah putus harapan walaupun himpitan kehidupan sedang mengikutinya. Begitulah Sepucuk Kisah Bripda Taufik yang Tinggal di Kandang Sapi

 

Tags: #bripda taufik #polisi #polisi tinggal di kandang sapi #tinggal di kandang sapi #yogyakarta